Kamis, 21 Oktober 2010

Hari Raya Saraswati

Hari Raya Saraswati yaitu hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati, jatuh pada tiap-tiap hari Saniscara Umanis wuku Watugunung. Pada hari itu kita umat Hindu merayakan hari yang penting itu. Terutama para pamong dan siswa-siswa khususnya, serta pengabdi-pengabdi ilmu pengetahuan pada umumnya.

Hari Raya Kuningan



Hari raya Kuningan adalah hari raya yang dirayakan umat Hindu Dharma di Bali. Perayaan ini jatuh pada hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, wuku Kuningan. Hari raya ini dilaksanakan setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali.
Di hari suci diceritakan Ida Sang Hyang Widi turun ke dunia untuk memberikan berkah kesejahteraan buat seluruh umat di dunia. Sering juga diyakini, pelaksanaan upacara pada hari raya Kuningan sebaiknya dilakukan sebelum tengah hari, sebelum waktu para Betara kembali ke sorga.

Hari Raya Galungan



Hari raya Galungan: Buda Kliwon Dungulan adalah hari memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya dan kemenangan dharma melawan adharma, Umat Hindu di Bali melakukan persembahan kehadapan Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara/dengan segala manisfestasinya sebagai tanda puji syukur atas rahmatnya serta untuk keselamatan selanjutnya. Sedangkan penjor yang dipasang di muka tiap-tiap perumahan yaitu merupakan aturan kehadapan Bhatara Mahadewa yang berkedudukan di Gunung Agung.

Sejarah Bali



Masa Bali Jaman Majapahit

Menurut sejarahnya diantara raja – raja yang memerintah di Bali yang paling terkenal adalah Dinasti Warmadewa. Raja Udayana adalah merupakan dinasti ini dan beliau adalah anak dari Ratu Campa yang diangkat anak oleh Warmadewa.

Setelah dewasa Udayana nikah dengan Putri Jawa yang bernama Gunapriya Dharma Patni, dari perkawinannya ini menurunkan Erlangga dan Anak Wungsu. Akhirnya setelah Erlangga wafat tahun 1041, kerajaanya di Jawa Timur dibagi Dua.

Sejarah Bali



Masa Bali Aga
Ketika membincang tentang kebudayaan masyarakat Bali Aga, orang biasanya tak akan lupa menengok sebuah desa kuno di wilayah Kabupaten Karangasem ini. Di antara sejumlah desa-desa Bali Aga yang masih bertahan, Tenganan Pegringsingan memang tergolong masih cukup berhasil menjaga keasliannya. Karenanya, Tenganan Pegringsingan pun kerap menjadi ikon dalam perbincangan mengenai kebudayaan masyarakat Bali Aga.
Orang sudah terlampau mengenal Tenganan Pegringsingan, memang. Terlebih lagi desa ini ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem sebagai salah satu objek wisata andalan. Karenanya, saban hari wisatawan, baik domestik maupun mancanagera mengunjungi desa ini.

Sejarah Bali



Masa Bali Kuna

“ Bali Kuna “ adalah sekelompok Masyarakat penduduk Bali Tua asli yang merupakan keturunan dan generasi penerus dari Masyarakat “ Bali Mula “, Masyarakat “ Bali Kuna “ memang diakui sebagai salah Nenekmoyang / leluhur dari pada masyarakat Bali saat ini.

Sejarah Bali



Masa Bali Mula

Berdasarkan kepada Penelitian dan Penemuan serta Legenda yang beredar dalam masyarakat Bali menyangkut asal-usul pemberian nama untuk sebuah pulau sebelah timur Jawa, terdapat bukti – bukti akurat yang sangat populer dan diyakini akan kebenarannya.

Sekelompok Masyarakat yang hidup pada saat itu ( pada saat awal mula penamaan Bali ) disebut – sebut sebagai kelompok sosial yang dinamakan Masyarakat “ Bali Mula “.( leluhur & asal muasal Masyarakat Bali asli yang sudah mulai memiliki Budaya )

Adapun penjelasan mengenai awal mula penamaan Bali tersebut adalah sebagai berikut :

Sejarah Bali

Babad sejarah Bali adalah suatu periode pada saat masa Pra-Sejarah penduduk Bali mulai berakhir dan terjadi transisi digantikan oleh di mulainya periode sejarah yang mana pada periode Babad sejarah Bali ini sebuah rangkaian ceritera yang memang benar – benar terjadi dalam Sejarah kehidupan Masyarakat Bali telah memiliki bukti yang kuat akan kisah-kisah yang di riwayatkan tersebut karena pada periode ini leluhur masyarakat Bali telah mengenal Adat istiadat, Budaya, Seni, Bahasa, Tulisan bahkan Agama yang pada masa tersebut disebut aliran Kepercayaan.

Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) atau pada setiap bulan Maret setiap tahunnya, yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

Mithos LEAK

                                                                                           Leak merupakan suatu ilmu kuno yang diwariskan oleh leluhur Hindu di Bali.
Pada zaman sekarang ini orang bertanya-tanya apa betul leak itu ada?, apa betul leak itu menyakiti?
Secara umum leak itu tidak menyakiti, leak itu proses ilmu yang cukup bagus bagi yang berminat.
Karena ilmu leak juga mempunyai etika-etika tersendiri.Tidak gampang mempelajari ilmu leak.
Dibutuhkan kemampuan yang prima untuk mempelajari ilmu leak.
Di masyarakat sering kali leak dicap menyakiti bahkan bisa membunuh manusia, padahal tidak seperti itu.
Ilmu leak juga sama dengan ilmu yang lainnya yang terdapat dalam lontar-lontar kuno Bali.






Dulu ilmu leak tidak sembarangan orang mempelajari, karena ilmu leak merupakan ilmu yang cukup rahasia sebagai pertahanan serangan dari musuh.
Orang Bali Kuno yang mempelajari ilmu ini adalah para petinggi-petinggi raja disertai dengan bawahannya.
Tujuannya untuk sebagai ilmu pertahanan dari musuh terutama serangan dari luar.
Orang-orang yang mempelajari ilmu ini memilih tempat yang cukup rahasia, karena ilmu leak ini memang rahasia.

Popular Posts